Tag Archives: Dara Khosrowshahi

Uber's service in Indonesia is no longer available. Grab confirms the acquisition of Uber's SEA business

It’s Official, Grab Confirms the Acquisition of Uber’s SEA Business

Grab and Uber officially announce a business merger in Southeast Asia. With this announcement, Uber will take 27,5 percent stake in Grab and Uber’s CEO, Dara Khosrowshahi, will join Grab’s board. The merger will be Grab’s new ammo to compete against Go-Jek in SEA market. Grab will be focused in O2O (online-to-offline) platform, fintech (payment and financial inclusion) platform, and to develop a leading food delivery services in the region.

Bloomberg reported just yesterday that Grab confirmed to acquire Uber business after rumors since last November. Both Grab and Uber are having Japan’s Softbank as lead investor.

Grab’s Group CEO and Co-Founder Anthony Tan said in the release:

“We are proud that the company founded in Southeast Asia has grown as the largest platform in which our services have become inseparable from daily activities of million consumers and provided employment opportunities for over 5 million people. Today’s announcement becomes a milestone of the new era. The merger will deliver new leaders in platform and cost efficiency in Southeast Asia. Along with Uber, we are now in a strategic position to realize our commitment in providing the best service for consumers. Consumer’s trust upon our brand transportation is driving us to move forward as a company: improving people’s lives through food delivery, payment, and financial services.”

Post-merger, Grab will expand GrabFood business across major Southeast Asia countries, including the acquisition of UberEats in the first half of 2018. For transportation, Grab is said to collaborate with government and public transportation to develop an integrated commuter system. Two examples including GrabCycle (bicycle) system and GrabShuttlePlus (on-demand bus) in Singapore.

Later, Grab will improve services in Grab Financial related to mobile payment,
microfinancing, insurance and other banking services, micro-entrepreneur, and SMEs in Southeast Asia. GrabPay’s role as e-wallet will be available in all major countries of Southeast Asia by the end of 2018.

Uber services in Southeast Asia is said to be available in the next two weeks, while UberEats (focused on food delivery), will be available until May 2018. Both companies will collaborate to facilitate the transition of driver-partner, customers, and merchant.

In Indonesia, Uber has partnered up with Tokopedia and BBM. It has also launched UberDelivery for package delivery.

According to an official release, some employees in Southeast Asia offices will be transferred to Grab.


Original article is in Indonesian, translated by Kristin Siagian

Application Information Will Show Up Here
Application Information Will Show Up Here
Tidak ada lagi layanan pengantaran Uber di Indonesia, karena Grab telah mengakuisisi layanan Uber di Asia Tenggara

Resmi, Grab Akuisisi Bisnis Uber di Asia Tenggara

Grab dan Uber resmi mengumumkan merger untuk bisnis di Asia Tenggara. Dengan merger ini, Uber akan memiliki 27,5 persen saham Grab dan CEO Uber Dara Khosrowshahi akan bergabung di dewan direksi Grab. Merger keduanya ini akan menjadi amunisi Grab untuk bersaing dengan Go-Jek di pasar Asia Tenggara. Grab akan fokus ke platform O2O (online-to-offline), platform fintech (pembayaran dan bantuan keuangan), dan ingin mengembangkan layanan food delivery terdepan di kawasan ini.

Bloomberg kemarin melaporkan bahwa Grab setuju mengakuisisi bisnis Uber setelah rumor tentang hal ini berseliweran sejak bulan November lalu. Baik Grab maupun Uber sama-sama mendapat dukungan Softbank Jepang sebagai investor.

Dalam rilis yang kami terima, Anthony Tan, Group CEO dan Co-Founder, Grab mengatakan:

”Kami bangga bahwa perusahaan yang didirikan di Asia Tenggara telah tumbuh menjadi platform terbesar di mana layanan kami telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas harian jutaan konsumen dan menyediakan kesempatan kerja bagi lebih dari 5 juta orang. Akusisi yang diumumkan hari ini menjadi tonggak dari dimulainya era baru. Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara. Bersama Uber, kini kami berada di posisi yang semakin tepat untuk memenuhi komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Kepercayaan konsumen terhadap brand transportasi kami mendorong kami untuk terus maju sebagai perusahaan: meningkatkan kehidupan masyarakat melalui layanan pengantaran makanan, pembayaran dan keuangan.”

Pasca merger Grab akan mengembangkan bisnis GrabFood di seluruh negara-negara besar Asia Tenggara, termasuk dengan modal akuisisi terhadap UberEats, pada semester pertama 2018. Di sisi transportasi, Grab disebut akan berkolaborasi degan pemerintah dan operator transportasi publik untuk mengembangkan sistem komuter multimoda yang terintegrasi. Contoh pengembangan sistem ini adalah GrabCycle (sepeda) dan GrabShuttlePlus (bus on-demand) di Singapura.

Berikutnya Grab juga meningkatkan rangkaian layanan di Grab Financial yang meliputi pembayaran mobile, micro-financing, asuransi dan layanan keuangan lainnya bagi jutaan konsumen yang memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan, micro-entrepreneur, dan usaha modal kecil di kawasan Asia Tenggara. GrabPay sebagai dompet elektronik akan tersedia di semua negara besar Asia Tenggara paling lambat akhir tahun 2018.

Layanan Uber di Asia Tenggara disebut akan beroperasi hingga dua minggu ke depan, sementara UberEats (yang fokus di pengantaran makanan), akan beroperasi hingga bulan Mei mendatang. Kedua pihak akan bekerja sama untuk menjamin transisi mitra pengemudi, pelanggan, merchant, dan mitra pengantaran UberEats.

Di Indonesia, selain membangun layanan transportasi on-demand, Uber telah bermitra dengan Tokopedia dan BBM, serta mengembangkan sistem pengantaran barang UberDelivery.

Belum ada informasi apakah pegawai Uber di Asia Tenggara akan ditransfer ke Grab, ditransfer ke kantor operasional Uber yang lain, atau dilepaskan.

Update: Menurut rilis resmi Uber, sekitar 500 pegawai Uber di Asia Tenggara juga akan ditransfer untuk bekerja dengan Grab.

Application Information Will Show Up Here
Application Information Will Show Up Here
Uber tegaskan untuk kuatkan bisnis di Asia Tenggara / Uber

Uber Tegaskan Terus Agresif Menjangkau Pasar Asia Tenggara

CEO Uber Dara Khosrowshahi merencanakan langkah agresif untuk memenangkan pasar Asia Tenggara. Sempat tercetus kabar bahwa operasional Uber di Asia Tenggara akan diakuisisi oleh Grab, pasalnya kedua perusahaan kini sama-sama diinvestasi oleh SoftBank. Kepemilikan saham SoftBank di Uber sendiri mencapai 15%. Kabar pencaplokan tersebut ditepis Dara saat ia berkunjung ke India, salah satu pasar besar untuk Uber.

Dara menegaskan Uber akan tetap berjalan mandiri di pasar Asia Tenggara. Langkah yang akan dilakukan Uber di Asia Tenggara dalam waktu dekat termasuk menggelontorkan investasi lebih besar di bidang pemasaran dan subsidi promo layanan.

Pertumbuhan pasar untuk layanan on-demand di Asia Tenggara menjadi landasan kuat bagi Uber untuk tetap berinvestasi di pasar ini. Dara yakin langkahnya di Asia Tenggara akan membawa pada perkembangan bisnis Uber. Dikutip dari Reuters, Dara menglaim prakiraan pertumbuhan pengguna Uber satu dekade ke depan mencapai 80 persen secara organik.

Selain di Asia Tenggara, Uber juga akan tetap melakukan pergerakan agresif di India. Di pasar ini Uber bersaing ketat dengan Ola, keduanya sama-sama diinvestasi oleh SoftBank. Dara kembali menekankan, walaupun SoftBank adalah investornya Uber akan tetap berpaku pada keputusan akhir yang diambil oleh eksekutif perusahaan. Dipastikan operasional Uber pun tidak akan terganggu di India, walaupun harus bersaing dengan portofolio SoftBank lainnya.

Saat ini valuasi Uber sendiri sudah mencapai sekitar $68 miliar, namun tidak semua basis bisnisnya sudah menghasilkan. Sebagai contoh di India, menurut pemaparan Dara, pasar tersebut sudah menyumbangkan 10 persen dari perjalanan Uber secara global, tetapi belum menghasilkan uang untuk perusahaan. Dara menegaskan, saat ini nilai terbesar yang bisa diciptakan ialah terus berinvestasi dan mengembangkan bisnis seluas-luasnya.

Penyesuaian terhadap regulasi di masing-masing negara juga tengah menjadi konsentrasi utama Uber setelah banyaknya penolakan dan pembatasan karena dianggap “mengganggu” tatanan transportasi yang sudah ada. Upaya normatif ini pun terus dilakukan para pemain on-demand, termasuk di Indonesia.

Application Information Will Show Up Here